mengASIhi Senja

Tuesday, April 10, 2018
Sebelum Senja anak kedua ku lahir, aku sudah sangat prepare untuk begadang tengah malam. Pokonya segala macam vitamin, sampai mindsetku pun sudahku persiapkan untuk tetap positive agar ASI ku nanti tidak ada hambatan. Senja lahir pada bulan Februari kemarin. Dan alhamdulillah anak ini baik sekali karna langsung pintar minum ASI. Dan ASI ku berupa kolostrum langsung keluar pada hari pertama Senja lahir.



MengASIhi Senja bisa dibilang sangat berbeda sekali sewaktu aku MengASIhi Sada. PDku membengkak pada saat hari ketiga aku di Rumah Sakit. Jadi sebelum pulangke rumah, aku menyempatkan untuk pumping terlebih dahulu di kamar bayi Rumah Sakit.
Ngga menyangka pertama kali Pumping aku bisa menghasilkan ASI sampai kurang lebih 100ml. Karna pada saat Sada lahir, ASIku pada hari pertama tidak keluar banyak melainkan hanya pada batas cukup. Proses Latch On pada Senja pun terasa lebih mudah. Yang tidak berubah adalah rasa sakit pada saat “menyusui lagi”, ternyata rasa sakitnya sama aja seperti 3 tahun lalu :D 
Ternyata proses menyusui itu, semua berawal dari 0 lagi.



Sampai dirumah setelah pulang dari Rumah Sakit, saatnya minum Booster ASI dan juga menyiapkan Breastfeeding Vitamin. Karena 1000 Hari pertama anak, adalah Periode emas kehidupan pertama mereka. Pada periode tersebut adalah masa pembentukan tumbuh kembang anak. Jadi sangat penting sekali untuk kita sebagai orangtua memperhatikan nutrisi yang kita konsumsi, karena ASI yang diterima oleh anak memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupaan saat usia dewasa kelak. Daun katuk biasanya menjadi “makanan” sehari-hari untuk breastfeeding mom. Kalau waktu Sada dulu, Mama mertua ku rajin sekali untuk kirim sayur daun katuk. Pokonya sampai rasa sayurnya pun aku hafal sangking seringnya aku makan!hehe Kalau Herbana ini adalah relief sari, Daun katuk versi modern kalau kataku :D Karna disetiap capsule terdapat sari daun katuk yang juga mengandung Zat besi. Karna zat besi sangat penting sekali untuk ibu menyusui agar terhindar dari Anemia.



Ini foto Senja ketika berumur 1 bulan.
Ternyata Senja cenderung lebih banyak tidur dibandingkan minum ASI. Senja bisa tidur 2-3jam, bahkan tengah malam Senja hanya bangun satu kali. Nahh.. Akibatnya PD ku membengkak pada minggu-minggu pertama waktu Senja masih berumur 1-2minggu. Sakittt sekali rasanya. Mau mandi ataupun pakai baju rasanya nyeri sekali dan aku sangat terganggu. Untungnya tidak di iringi dengan demam. Hampir setiap malam tidurku terganggu, bukan karna Senja yang selalu bangun tengah malam, melainkan PDku yang membengkak sehingga aku harus rutin untuk selalu di massage . Jadwal Pumpingku pun lebih ketat dari biasanya. Setiap 1 jam sekali.

Mengkonsumsi Booster ASI juga sempat aku berhentikan, karena produksi ASI ku yang semakin meningkat.Sampai diiketiak sebelah kananku tiba-tiba muncul benjolan karena ASI yang belum dikeluarkan. Setelah melewati masa-masa adaptasi 3 minggu pertama, benjolan di ketiak dan PD ku menghilang. Dan aku mulai mendapatkan “ritme” yang nyaman untuk mengASIhi Senja. Akupun mulai rutin mengkonsumsi Booster ASI lagi, Herbana Relief sari Daun katuk. Karena Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan paling kompleks yang mengandung zat gizi lengkap dan bahan bioaktif yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang dan kesehatan bayi.


Jadi bagiku.. Memperhatikan nutrisi yang kita konsumsi selama menyusui sangat penting sekali sebagai kunci utama dalam perkembangan anak. Memberikan makanan yang baik, menciptakan situasi yang baik, dan menjaga anak dilingkungan yang baik adalah factor yang paling terpenting yang harus kita perhatikan sebagai orangtua dalam 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.


Karena awal tumbuh kembang seorang anak akan berdampak pada kesehatan dan kecerdasannya di masa yang akan datang.



Love, 
Tanya & Sadajiwa & Senja


2 MINGGU PEMULIHAN C-SECTION


Jujur saja, gak kebayang untuk melahirkan melalui proses operasi C-section karena sebelumnya belum pernah sama sekali. Pasti setiap ibu menginginkan untuk melahirkan anak dengan proses persalinan Normal termasuk Aku. Operasi C-section ini adalah operasi yang kedua kalinya aku jalani didalam hidupku. Walaupun aku typical yang ngga paranoid dengan darah, ataupun jarum suntik tapi untuk masuk ruang operasi kedua kalinya tetap saja jantung rasanya berdebar ngga karuan! Berdasarkan pengalaman Operasi C-section anakku yang pertama, Korset adalah benda yang ngga boleh ketinggalan! Harus dibawa ke Rumah Sakit karna membantu banget untuk proses pemulihan, bahkan membantuku untuk mobilitas selama di Rumah Sakit. Kalau ditanya rasa sakitnya beda atau sama dengan rasa sakit operasi yang pertama, rasanya memang lebih sakit setelah operasi yang kedua ini. Tapi entah kenapa tenagaku jauh lebih banyakkk banget sekarang! Bayangkan aja, belum 24jam aku udah ngotot minta dokter dan suster untuk belajar duduk dan mau copot infus hehehe Karna aku ngga betah banget, dan merasa sudah mampu! Tapi kenyataannya rasa nyeri mulai aku rasakan sepertinya anastesinya sudah mulai berkurang, dan berbagai macam pain killer mulai diberikan untukku agar mengurangi rasa nyeri.

 Selama proses persalanin, Sada ikut menginap di Rumah sakit bersama kami. alasannya? Sada memang belum pernah lepas seharian sama kakek nenek nya, apalagi ditinggal menginap. Jadi selama di Rumah Sakit, ada masanya Sada maunya ngotot bobo sama aku di tempat tidur Rumah sakit. Jadi ya mau ngga mau, aku jadi punya motivasi yang besar sekali dan pikiran yang kuat untuk cepat bisa recovery. Permintaanku untuk lepas infus dan belajar duduk pada hari pertama ditolak oleh dokter dan disuruh sabar untuk menunggu setidaknya 24jam untuk belajar duduk. Karna tangan kananku tempat yang diinfus sempat membengkak, akibat cairan infusnya ngga jalan! Mungkin pada saat aku tidur selang infus ada yang tertekuk sehingga cairan infus sempat tersendat.


Esok harinya tepat hari Pertama, Dokter Anastesi dan juga Dokter kandunganku visit ke kamar untuk cek jahitan operasi dan juga menangani keluhanku pada malam hari kemarin. Semalaman aku mengeluh karna aku merasakan nyeri pada bagian perut bagian kanan yang rasa sakitnya tidak berkurang. Kalau kata dokter "Hal tersebut masih wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. yang perlu dikhawatirkan kalau rasa nyeri diiringi dengan demam". Ok di hari pertama ini aku punya tekad yang lebih besar lagi dari hari kemarin. Karna infusku akhirnya sudah dilepas akibat tanganku yang bengkak. Aku sudah boleh belajar mobilitas, seperti turun dari tempat tidur dan juga belajar berjalan menuju Kamar Mandi. Waktu pertama kali berdiri rasanya kepala berat sekali, dan badan rasanya "aneh" masih susah untuk diajak "kompromi". Pada saat itu baju yang aku kenakan sudah bukan baju Rumah Sakit, melainkan Piyama berbentuk dress yang aku bawa dari rumah. Pokonya kalau infus sudah dilepas, biasanya sudah boleh ganti baju yang kita bawa dari rumah. Dihari keduapun korset sudah mulai aku pakai, dan pemakaiannya masih dibantu oleh suster. Sebelum belajar jalan dan turun dari tempat tidur, aku belajar untuk posisi duduk terlebih dahulu di tempat tidur. Semua aku jalani dengan percaya diri dan "tau diri" hehehe... "tau diri" kalau lukanya masih belum kering dan aku ngga boleh terlalu ngotot! :D Yang ada dipikiranku adalah semakin kita ngga berusaha untuk memulai melangkah, badan kita malah jd terasa kaku dan itu malah membuat keadaan tubuh lebih terasa sakit. 


Pada hari ketiga dengan berbekal pain killer yang harus rutin diminum 3x dalam sehari, aku dinyatakan dapat pulang ke rumah. Selama dirumah aku terus latihan untuk berjalan dan juga berusaha melakukan rutinitas seperti biasa walaupun tetap berhati-hati dan pelan-pelan, agar tubuhku ngga kaku. Karna kamar tidurku berada dilantai 2, ini pertama kalinya aku naik tangga setelah operasi C-section. Selama 1 minggu pertama aku bertekad untuk tidak naik turun tangga. Jadi selama 1 minggu pertama aku hanya berada dilantai 2 dan semua kegiatan aku lakukan di lantai 2. Selama menjalani pemulihan dari C-section, Korset adalah benda yang tidak pernah terlepas untuk aku pakai. Jujur saja, pada saat melahirkan anak kedua ku, aku jauh lebih rajin memakai korset dibandung 2 tahun lalu! Aku pakai korset selama 24jam nonstop! Korset tersebut aku lepas ketika aku sedang mandi saja. Baru sadar dan baru merasakan sekarang kalau korset ternyata memang benar-benar membantu dalam proses pemulihan, dan membantu dalam mobilitas. Korset yang aku gunakan dan aku bawa ke Rumah Sakit adalah, "Belly Band" dari MooiMom. Korset ini bisa langsung digunakan setelah proses melahirkan normal dan juga 1x24jam setelah proses melahirkan C-section. Korset ini tidak perlu dilapisi dengan gurita, jadi kalian bisa langsung pakai tanpa menggunakan gurita terlebih dahulu. What i love about Belly Band dari MooiMom, bahannya lembuh dan sangat elastis. Jadi mudah sekali untuk di adjust sesuai dengan kenyamanan dan bentuk badan. Terdapat 3 strap yang masing-masing memiliki Velcro. Strap bagian pertama berguna untuk merekatkan bagian Pinggang hingga pinggul kita. 2 Strap tambahan lainnya berfungsi untuk mengatur elastisitas sesuai yang kita inginkan.



Ini foto kami waktu datang ke Rumah sakit, 1 minggu setelah operasi C-Section. Banyak yang tanya tentang foto ini, "ko sepertinya sudah pulih banget dan sudah bisa jalan-jalan?" Memang pada saat itu, aku sudah merasa sangat baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tetapi ngga bohong, kalau rasa nyeri masih aku rasakan setiap aku berjalan. Bahkan terkadang setiap jalan, aku suka cari tempat duduk untuk istirahat. Kaki ku pun disini masih bengkak banget lho! Tetapi pokonya kalau keinginan kita kuat, dan pikiran kita positif pasti rasa sakit jadi ngga terlalu dirasakan.


Setelah 1 minggu dan kontrol jahitan, aku mengganti korsetku dengan Bellefit Postpatrum type Corset. Beli korset ini di WomenWonderland karna hampir semua review bilang, korset ini bagus! Kalau kalian sama seperti aku, habis melahirkan dengan proses C-section kalian dapat menggunakan korset ini 1 minggu setelah melahirkan. Untuk proses kelahiran normal, kalian bisa membawa korset ini ke Rumah Sakit untuk langsung dipakai setelah melahirkan.
Medical grade, Incision healing & C-section recovery.
Yang aku beli adalah size Medium, berdasarkan dari hitungan Berat Badan sebelum hamil, berat badan ketika hamil dan juga Size celana yang digunakan sebelum hamil.
Corset Bellefit yang aku pilih ini menggunakan kaitan dibagian perut bawah sampai dibawah dada dan juga terdapat kaitan dibagian paha dalam agar mempermudahkan membuka underwear untuk ke toilet dan semua kaitannya dapat di adjust. Waktu korset ini datang, hatiku lumayan cemas kalau aku ngga muat hahaha! Kebayang kan perut habis melahirkan seperti apa? Apalagi semua badan lagi bengkak banget! Saat kehamilan kedua ini berat badanku naik kurang lebih 16kg.
Dengan bantuan Pandu suamiku, akhirnya berhasil juga pakai korset ini! Lumayan susah dan maksa banget, tapi cukup! Katanya kalau pemakaian pertama kali memang susah sekali dan sesak. But surprisingly walaupun agak sesak, korset ini sangat membantu aku banget untuk mobilitas. Perut jadi ngga sakit walau dipakai untuk berjalan, karna korset ini Fit body.


Lihat, kakiku masih bengkak kan? Sampai size sepatuku tiba-tiba naik menjadi size 38.
Kalau ini fotoku 2 Minggu pertama setelah operasi C-section. Setiap malam aku masih suka merasakan sesak dibagian dada, sehingga merasa kesulitan untuk bernafas kalau sedang tidur dengan posisi terlentang.  Aku ngga tau apakah hal tersebut karna habis operasi C-section?  Sehingga yang aku lakukan setiap malam adalah tidur dengan posisi setengah duduk, dan mengganjal banyak bantal dibagian punggung belakangku. Tapi alhmdulillah.. keluhan yang aku rasakan tersebut lama-lama berkurang. Mungkin benar, salah satu alasannya adalah dengan bantuan korset yang aku gunakan 24jam non stop setiap harinya ternyata dapat membantu proses Recovery C-section.


"Kuncinya harus disiplin, dengarkan badan, dan positive mindset"
Agar semua proses yang kita jalanin bisa berjalan sesuai yang kita rencanakan :)

#Sharingiscaring


Love,

Tanya & Sadajiwa & Senja

WANITA DAN RAMBUT

Tuesday, March 20, 2018


Semuanya juga tau, kalau wanita itu pasti sangat erat banget hubungannya dengan rambut. Karna menurutku rambut adalah salah satu 1st impression untuk melihat karakter dari seseorang. Apalagi rambut itu berpengaruh banget sama rasa percaya diri seseorang. Karna kalau rambut ngga dirawat, kelihatan banget bentuknya sama rambut yang dirawat. Pokonya kalau aku, rambut lagi ngga bisa diatur kadang-kadang suka ngga mau keluar rumah!hehe


Belakangan ini, aku lagi males gonta-ganti model rambut. Mungkin sekitar 2tahun lalu kayanya terakhir aku ganti model rambut. Nah sekarang malah hobby ku yang dulu kembali lagi! Yaitu pingin ganti warna rambut :D Mumpung habis melahirkan hehe jadi bisa coba lagi deh mewarnai rambut. Walupun model rambut ngga berubah, tapi setiap mewarnai rambut aku selalu merasa punya rambut yang Baru! Tapi ingat ya.. Memilih Produk untuk Cat rambut juga harus hati-hati lho. Karna Cat rambut mostly mengandung bahan kimia yang terkadang bisa membuat efek alergi di kulit kepala bahkan sampai seluruh tubuh (kalau benar-benar type kulitmu sensitive) . That’s why biasanya aku suka uji alergi dulu di kulitku sebelum memakai produk cat rambut tersebut. Caranya kalian cukup ambil sedikit produk dan oleskan di belakang kulit telinga dan diamkan seharian, atau sampai 2 hari. Kalau kalian ngga merasakan seperti panas seperti efek kulit terbakar, gatal-gatal atau kemerahan, biasanya produk tersebut cocok untuk kalian! Intinya harus membaca detail kemasan dengan teliti ya! Ngga boleh malas untuk baca :D







Kalau produk NYU yang lagi aku coba ini, gampang banget ditemuinnya dan harganya sangat terjangkau!! Karna di Mini Market depan rumahku pun ada.  What I love about these product, Varian warnanya Natural ! Cocok banget buat aku yang ngga terlalu suka dengan warna-warna terang. Dan NYU ngga terdapat kandungan Amonia jadi aman sekali untuk rambut! Tau Amonia ngga? Amonia itu bahan kimia dari unsure nitrogen dan hydrogen, nahh.. yang memiliki bau yang khas sangat menyengat sekali! Seringkan mencium bau menyengat kalau lagi di salon rambut?  Kalau produk NYU ini wanginya sangat khas banget, karena produk NYU mengandung ekstrak buah-buahan Apel, strawberry dan kiwi.  Yang harus kalian ingat adalah, disetiap kemasan NYU terdapat Vitamin NYU agar rambut tetap terjaga nutrisi dan kelembapannya :) .








Kalau udah mewarnai Rambut, biasanya tampilan gaya rambut juga berubah drastis! Yang biasanya model kepang rambut seperti ini mungkin terlihat sederhana, kebayangkan kalau warna rambutnya sudah berubah :D Detail dari kepangnya juga lebih keliatan karna warna rambutku lebih terang dari biasanya. Terus rambut juga ngga kaku setelah pemakaian produk NYU pokonya natural banget hasilnya, I love it!! Jadi berbagai macam gaya rambutpun terlihat lebih spesial dari biasanya !

Ok last thing i have to say about these product :
1. NO Amonia, produk NYU tidak mengandung Amonia! Karna kandungan Amonia yang mostly selalu ada di setiap produk cat rambut. That’s why biasanya ketika memakai cat rambut, wanginya sangat amat menyengat dan mengganggu! Tapi jangan khawatir, karna produk NYU wanginya buah-buahan ❤❤
2. Praktis! Sarung tangan, sisir, vitamin rambut, 1 sachet krim pewarna, 1 sachet developer, 1 lembar instruksi pemakian. semuanya sudah lengkap dalam 1 tempat!
3. Natural ingredients! Produk NYU mengandung ekstrak buah apel, strawberry dan kiwi. Jadi berbeda dengan produk cat rambut lainnya. Karna berbahan natural, produk ini mudah dibersihkan jika jatuh kelantai pada saat pemakaian atau terkena baju.
4. Harga sangat terjangkau denga. Packaging premium dan mudah ditemukan ! :)

That’s it.. Semoga yang lagi bingung memilih produk cat rambut, sekarang ngga bingung lagi ya :D

Untuk info lebih lanjut, kalian tinggal buka saja www.nyubeauty.com

DIKALA SENJA MELIHAT DUNIA

Friday, March 2, 2018

Ketika memasuki usia kandungan 37 Weeks, aku sudah mulai mempersiapkan keadaan yang siaga. Karna waktu anak pertama yaitu Sada, dia lahir pada usia kandungan 37 Weeks menuju 38 Weeks. Pada saat itu aku sempat merasakan proses melahirkan normal, yang pada kenyataannya proses tersebut berakhir dengan tindakan C-Section karna pembukaanku tidak berkembang hanya stuck di 4 selama 24 jam dalam kondisi kontraksi yang semakin cepat dalam hitungan detik. Oleh karena itu, di kehamilan kedua ini aku merencanakan untuk melalui proses melahirkan C-Section lagi. Alasannya, aku tidak mau mengambil resiko lagi dan bekas operasi pertamaku masih jelas terlihat ditubuhku. Proses melahirkan anak keduaku ini sangat berbeda dengan anak pertamaku. Karna semuanya jelas direncakanan. Dari jam operasi, hari dan tanggal terkecuali Mental :D entah kenapa walaupun proses melahirkan ini direncakan tetapi ko mentalnya malah menciut? hehee Deg-degan nya luarrrr biasa sekali.. Ketika waktu dikasih tau harus masuk ruang operasi pada jam 15:30, rasanya ko waktu berjalan lamaaa sekali.



Hari itu adalah hari Minggu tanggal 11 Februari 2018. Sebelum operasi biasanya kita disuruh puasa dulu minimal 6 jam sebelum tindakan. Suamiku Pandu ikut masuk ke dalam ruang operasi, atas permintaanku dan juga persetujuan dari Dokter kandunganku. Yang aku paling ingat, saat masuk ke ruang observasi aku masih sibuk dengan handphoneku untuk order Gojek karna ada barang yang tertinggal di rumah hahaha! Keadaan di ruang observasi sangat tenang dan dingin, hanya aku satu-satunya pasien disana yang akan menjalani operasi C-Section. Sekiranya kurang dari 5 Menit aku dibantu dorong untuk masuk ke ruang operasi untuk di anastesi. Suamiku Pandu harus menunggu diluar sampai aku selesai di anastesi. Semua yang berada diruang operasi berusaha menenangkanku karna aku terlihat sangat tegang sekali! :D Dokter Anastesi datang menghampiriku dan bilang "Relax saja ya bu.. sebentar lagi saya akan suntik ya.." Ketika melalui proses Anastesi Epidural, aku ngga berhenti untuk membaca ayat kursi sambil memeluk bantal. Anastesi Epidural kali ini sangat aku "nikmati" , sampai rasa jarum yang masuk ke bagian tulang belakangku pun hingga sekarang masih aku ingat rasanya. Sakit, tetapi ternyata rasa sakitnya masih bisa ditahan dan hilang dengan cepat! Dalam hitungan kurang dari beberapa menit, Anastesi tersebut sudah mulai aku rasakan karna setengah dari badanku sudah mati rasa dan kaki ku terasa sangat berat tidak bisa diangkat.


Suamiku Pandu lalu masuk ke dalam ruang operasi dan menyapa ku dengan tersenyum sambil tidak berhenti mencium keningku. Sepertinya dia tau kalau aku sangat cemas sekali menjalani operasi C-section yang kedua ini. Sepanjang operasi berlangsung aku tidak bisa menahan air mataku yang terus membanjiri wajahku.. Yang terdapat dipikiranku adalah Sada yang tidak berhenti tersenyum kepadaku. Sepertinya rasa gundah yang aku rasakan ketika proses operasi berlangsung. "Apakah sudah siap aku memberikan rasa kasih sayang lagi? Apakah Sada akan merasa senang atau sedih?" Ngga berhenti aku membaca Al-fatihah dan juga Ayat kursi agar hatiku lebih tenang.



Pada jam 17 : 22 Alhamdulillah dia lahir untuk melihat dunia, Svara Senja Panduwinata dengan berat badan 2.97kg Panjang badan 49 cm. Svara yang artinya "Goddess of sound" dalam bahasa Sansekerta, Senja yang bagi kami adalah langit yang paling terindah ketika langit berwarna Senja. Svara Senja yang berarti Suara kebahagiaan yang turun ketika langit senja :) Senja lahir bertepatan dengan Sore hari ketika langit hari itu berwarna Senja.




Semoga Senja dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga dan juga semua orang yang ada disekitarnya :)

BERKENALAN DENGAN KULIT WAJAH

Saturday, January 20, 2018


Hmmm.. Jujur dikehamilan kedua ini aku baru mengenal lebih jauh type kulitku. Ternyata kulitku bukan hanya type Normal yang cenderung kering, tetapi type kulitku sensitive dan sering ngambek hehe.. Paling kerasa banget belakangan ini ketika memasuki Trimester Ketiga. Tiba-tiba Gatel bangettt dibagian tangan dan kaki seperti alergi! Tapi untungnya kulit wajahku ngga ikutan ngambek :) Anyway selama kehamilan kedua ini, aku sangat memperhatikan sekali kandungan setiap produk yang aku pakai setiap hari. Entah itu Body lotion, Skin care, Sabun mandi pokonya bisa dibilang hampir 80% aku mengganti produk yang alami selama kehamilan kedua.

Kalian taukan ngga cuma Parabens FREE saja yang kalian harus perhatikan ketika kalian sedang hamil, tetapi masih banyak kandungan yang sebenarnya tidak aman untuk ibu hamil jika digunakan untuk jangka panjang. Sebenarnya kalau kita browsing banyak sekali artikel yang menuliskan berbagai macam Ingredients List To Avoid During Pregnancy , tapi semakin aku baca aku malah semakin parno dan bingung ? Jadi harus pake skin care apa ya yang aman? But now i know, Natural Products Are the Best Way for All ! Daripada bingung.. hehe Jadi lebih baik untuk sekarang pilih aja product yang memang natural, dan jangan males untuk tanya dengan Beauty Specialist yang di counter "Apakah produk tersebut aman untuk ibu hamil?" Kalau tips dari aku, daripada kamu ragu lebih baik jangan dibeli.

Ok pengakuan selanjutnya, aku baru banget rajin pakai skin care ketika kehamilan kedua ini. Biasanya kalau pakai skin care selalu bolong-bolong tapi kalau sekarang rajin bangettt (mungkin pengaruh anak cewe hehe). Si anak cewe yang masih dalam kandungan aku ini, bener-bener ngajarin aku banget untuk merawat kulit! Dan berikut aku jelaskan Skin care apa yang aku selalu gunakan belakangan ini setiap pagi sebelum mengaplikasikan makeup. Inget type kulitku Normal kering ya.. Jadi aku belum tau cocok atau ngga di type kulit yang lainnya :)


Step 1 adalah Toner dari Thayers


Setelah mukaku bersih, aku biasanya pakai Toner menggunakan kapas ataupun secara langsung dituangkan ditangan lalu diaplikasikan ke wajah. Yang aku suka sekali dari Toner Thayes ini adalah wangi Rose yang sangat lembuttt banget! dan cepat menyerap di wajah


Step 2 Adalah Serum dari Innisfree



Type kulitku sangat cocok sekali dengan kandungan greentea. Makanya aku memilih serum Greentea Seed Serum ini. Karna sangat light sekali diwajah, tidak lengket, cepat meresap dan membuat kenyal! Biasanya kalau serum aku suka ganti-ganti tergantung keadaan kulitku saat itu.



Step 3 Optional adalah Serum dari Sukin



Nah kalau ini serum lainnya yang aku gunakan dari Sukin kalau kulitku lagi super kering. Texturenya oil tapi ngga membuat wajah jadi minyakan! Bagus bangetttt kalian bisa liat reviewnya diberbagai macam artikel. Biasanya aku suka ganti-gantian pemakaiannya sama Serum Innisfree.



Step 4 adalah Essence dari Laneige



Waterbank essence ini aku pakai dari sebelum hamil kedua, dan ternyata aman untuk ibu hamil makanya tetap aku lanjutkan. Mungkin ini udah botolku yang ke tiga, karna aku sangat cocok banget sama essence ini. Yang aku rasakan kulitku jadi sangat lembab, dan cerah!

Step 5 adalah Moisturizer dari Sukin


Moisturizer dari Sukin ini bisa dibilang aku beli karna termasuk natural product. Untuk khasiatnya sendiri aku ngga terlalu merasakan lebih, biasa-biasa aja.. Jadi sepertinya kalau sudah habis aku ngga beli produk ini lagi karna ngga merasakan perbedaan yang signifikan buat kulitku :)



Step 6 adalah Suncreen dari Drunk Elephant



Nah Suncreen adalah product yang palinggg maless banget buat aku pakai :D Baru belakangan terakhir aja aku rajin bangett pakai sunscreen ! Karna ternyata sunscreen sangattt amatt penting bangett buat kulit! Walaupun setiap hari kita cuma didalam kantor, ngga selalu punya kegiatan di outdoor tetapi pemakaian Suncreen sangat penting. Masih inget banget dulu aku sering banget ada bercak putih dimuka dari waktu kecil. keliatannya kaya Panu, padahal itu bukan! Ternyata itu salah satu penyebab ngga rajin memakai sunscreen. Dan flek-flek hitam di wajah yang sering timbul, juga menjadi salah satu penyebab tidak memakai sunscreen. Sunscreen yang aku gunakan sekarang dari Drunk Elephant, i loveeeeeeee it so much!! Produk ini sangat natural, tidak sticky diwajah, aromanya natural, mudah meresap dikulit. Dan yang paling penting memiliki kandungan SPF 30, karna SPF tersebut paling aman untuk cuaca di Indonesia. Waktu itu aku sempat konsultasi dengan salah satu dokter kulit, ternyata kandungan SPF yang bagus max. SPF 30. Kalau SPF diatas 30 dapat menyerap cahaya matahari lebih banyak sehingga kulit akan cepat berwarna gelap.




Ok.. That's all.. This is my bare skin with Skin care only! Untuk menentukan skincare apa yang cocok dengan kita, Intinya kita harus mengenal diri sendiri. Rutinitas apa yang kita jalankan, Apa saja yang kita konsumsi setiap hari dan mendengarkan diri sendiri. Karna terkadang kita hanya mengikuti trend, tetapi ngga mendengarkan diri sendiri apa yang sebenarnya kita butuhkan :)

Hope it helps!

Love,
Tanya & Sadajiwa


SKIN CARE TREATMENT DURING PREGNANCY

Tuesday, January 2, 2018

Banyak sekali pertanyaan dikepalaku, sebelum melakukan Skin care treatment. Apakah hal tersebut aman dilakukan pada saat hamil? Adakah efek samping yang terjadi setelah treatment? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.. Tetapi setelah bertemu dokter di klinik Ristra Radio dalam, hatiku lega sudah… Karna semua pertanyaan yang selama ini belum ada jawabannya, akhirnya terjawab sudah. Treatment yang aku lakukan adalah microdermabrasi, treatment ini berfungsi mengangkat jerawat, komedo dan menyamarkan garis wajah. Treatment ini adalah treatment yang aman untuk ibu hamil karna tidak menggunakan bahan kimia. Oh ya, Treatment ini juga dapat mencerahkan wajah. Karna biasanya kulit akan cenderung menjadi kusam ketika sedang hamil karna perubahan hormon.


Sebelum treatment microdermabasi dilakukan, Beauty Operator di Ristra membersihkan wajahku menggunakan cleansing milk dan med soap. Rasanya dingin dan relaxing sekali! Kulit juga terasa lebih kenyal dan bersih :) Setelah itu Beauty Operator memberikan toning lotion untuk menyegarkan kulit. Selanjutnya Beauty Operator mengaplikasikan moisturizing cream untuk memberikan kelembapan kulit dan yang terakhir mengaplikasikan scrub cream agar kulit teregenerasi secara maksimal. Proses tersebut kurang lebih selama 30 menit, dengan cara memijit agar kulit lebih relax. Oh ya, sebelum treatment di Ristra aku memang sudah memakai 4 step rangkaian produk Ristra, Extremely Gently Cleansing Milk, Med Soap, Toning Lotion, Moisturizing Cream, dan juga Scrub Cream. Semua produk tersebut aman dan terbukti Cosmetodermatologically tested, juga cocok untuk dipakai ke semua jenis kulit!


Setelah pembersihan wajah. dokter akan mengecek keadaan kulit dan melakukan proses Microdermabasi. Microdermabasi dilakukan tanpa menggunakan bahan - bahan kimia. Jadi treatment ini adalah treatment yang paling aman untuk ibu hamil. Untuk ibu hamil mereka tidak menyarankan untuk melakukan ekstrasi jerawat dengan couter karena dapat memberikan efek kejut dan kontraksi bagi janin. Dalam treatment ini, dokter menggunakan ekstresi komedo yang aman untuk ibu hamil. karena perubahan hormon yang bisa dibilang drastis, dapat terjadi pada masa kehamilan maka reaksi kulit yang ditunjukan setiap orang pasti akan berbeda. Tergantung apa yang kita konsumsi pada saat itu, dan perubahan hormon pada saat itu.


Selama treatment, aku mendapatkan banyak sekali ilmu yang disharing oleh dokter. Salah satunya tentang keadaan type kulitku yang cenderung normal kering. Ternyata type kulitku memang jarang kedatangan “jerawat” melainkan mudah sekali terdapat flek hitam atau warna kulit yang tidak merata. Dokter sempat bilang, minimal setiap 1 minggu wajah harus di scrub selama 2x agar kulit mati terangkat. Dokter juga sempat menyinggung pemakaian sunscreen wajib digunakan walaupun setiap harinya kita hanya berada di dalam kantor saja. Ternyata selama ini aku terdapat kesalahan dalam pemakaian sunscreen. Akibatnya warna kulit mudah tanned jika terjadi kesalahan dalam pemakaian sunscreen.


This is my bare face after treatment with Ristra. all i can say, i’m so happy with the result! Not just because they treats me so well, they’re just honest and just be real. i just love it!! :)