Bincang Sehat Tumbuh Kembang Anak

Tuesday, June 7, 2016
Hai everyone! Been a long timeeee,  aku sudah lama sekali tidak update personal blog aku. Ada banyak banget info yang aku mau sharing, salah satunya adalah.......



Bincang Sehat Tumbuh Kembang Anak
bersama Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp. A (K)
di RS Pondok Indah – Pondok Indah


Sabtu, 4 June 2016

Pada hari Sabtu, 4 Juni 2016 lalu aku mendapat kesempatan  untuk menjadi pembicara di acara Bincang Sehat bertemakan “Anak Sehat, Tinggi, dan Cerdas” RS Pondok Indah – Pondok Indah. Acara tersebut diselenggarakan secara spesial untuk memperingati HUT IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan menyambut Hari Anak Nasional 2016 yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2016. Aku sangat bersyukur bisa menjadi perwakilan dari banyaknya orangtua di luar sana yang telaten mengurus dan mengamati pertumbuhan buah hatinya. Pada hari itu aku ngga berbicara sendiri, aku dipasangkan dengan salah seorang dokter yang sangat aku suka yaitu Dr. Aman B. Pulungan, Sp. A (K). Beliau adalah dokter spesialis anak konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes anak, dan juga merupakan ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Acara ini berlangsung selama dua setengah jam, dimulai dari pukul 09 .00 pagi sampai pukul 11.30 siang. Dalam kesempatan yang rasanya sangat sayang untuk dilewatkan itu, aku dan ibu lainnya melontarkan banyak sekali pertanyaan ke Dr.Aman yang selama ini hinggap di kepala kami dan belum terjawab.


Menurut suamiku, research yang aku lakukan selama ini mengenai tumbuh kembang anak sudah cukup banyak. Tetapi, setelah mengikuti acara ini aku sadar bahwa ternyata masih banyak info yang belum kuketahui mengenai perkembangan Sada, anakku.
Lantas, terang saja beberapa pertanyaan berikut turut aku lontarkan ke Dr. Aman. Pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya telah muncul ketika aku merawat Sada, seperti,

 “Apakah pertumbuhan dan perkembangan Sada itu berada pada jalur yang semestinya?”
“Apakah nutrisi yang aku berikan lewat Air Susu Ibu (ASI) dan makanan itu sudah cukup untuknya?”
“Apakah berat badan Sada itu cukup sesuai dengan umurnya? Kelebihan atau mungkin kekurangan?
Dan masih banyak lagi.

Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang terbesit di kepalaku itu adalah baru sebagian kecil dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan para ibu lainnya yang belum terjawab.
Dr. Aman Pulungan betul-betul menjelaskan secara detail dan menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Ia menekankan bahwa pada 2 tahun usia pertama bayi adalah masa yang sangat penting untuk mereka. Kita sebagai orangtua harus bekerja keras untuk mencapai nutrisi dan gizi yang sesuai untuk mereka. Berikut adalah poin– poin yang penting dalam masa 2 tahun pertama anak:

1.     Perkembangan kognitif
2.     Pembentukan organ vital
3.     Pematangan sistem pencernaan
4.     Pematangan sistem imun

Hampir semua aspek pertumbuhan berpengaruh dalam 2 tahun pertama ini.
Dr. Aman Pulungan juga sempat menyinggung tentang nutrisi pada 1000 hari pertama usia anak. Yang disebut 1000 hari pertama adalah 270 hari (9 bulan dalam kandungan ibu sampai anak usia 2 tahun (730 hari atau 24 bulan), yakni pada saat otak janin/anak <2 tahun sedang tumbuh dan berkembang dengan pesatnya. Masa ini harus digunakan sebaik mungkin untuk pemberian gizi dan stimulasi yang optimal agar diperoleh anak dengan tubuh yang  tinggi, sehat dan cerdas. Pada masa ini otak sangat rentan terhadap kualitas dan kuantitas nutrisi yang diterimanya dan berdampak pada kognitif/kecerdasan di kemudian hari.
Pemberian gizi dan stimulasi yang baik ini sangat tergantung pada kemampuan dan pengetahuan ibu dan bukan hanya berasal dari pilihan anak. Oleh sebab itu, diharapkan agar para ibu sadar betapa pentingnya nutrisi dan stimulasi  anak di bawah usia 2 tahun. Hal tersebut ternyata menjadi salah satu dampak mengapa tinggi anak jauh lebih pendek dibanding dengan kedua orangtua nya. Salah satu faktornya dapat disebabkan oleh orangtua yang mengalami malnutrisi (kekurangan asupan gizi), yaitu keadaan  atau akibat yang ditimbulkan apabila terdapat gizi yang tidak seimbang atau kekurangan gizi. Maka di kemudian hari  anak akan mempunyai "tubuh yang pendek , otak yang tidak cerdas dan kesehatan yang buruk" . Konsep ini mengacu pada pencegahan kelainan pada anak dimulai sejak saat awal kehidupan  yaitu saat terjadi pembuahan dalam kandungan ibu agar diperoleh bayi yang sehat dengan lingkungan yang sehat pula. Oleh karena itu, nutrisi yang tepat pada 1000 hari pertama pada anak sangatlah penting. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap imunitas, tumbuh, kembang, intelegensia dan kesejahteraan emosional anak.

Aku yakin semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, apapun bentuknya dan pilihannya. Bahkan hingga Sada berusia11 bulan saat ini pun aku masih memberikannya ASI [HA1] . Bagiku, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan mengandung protein, karbohidrat, dan lemak. ASI juga mengandung antibodi yang dapat membentuk kekebalan tubuh pada bayi dan memberikan perlindungan terhadap penyakit. Selain ASI, biasanya pilihan lain adalah susu formula (SUFOR), kandungannya yang menyerupai ASI.
Bagiku, pemberian SUFOR pada bayi bukan menjadi hal yang “haram”, karena bagimana pun aku yakin semua ibu pasti tahu yang terbaik untuk anaknya. SUFOR dapat menjadi pilihan tepat untuk melengkapi atau menjadikan solusi bagi ibu-ibu yang tidak dapat memproduksi ASI.
Memang, walaupun SUFOR tidak mengandung antibodi yang bersifat protektif/melindungi, namun kandungan yang terdapat di dalamnya lebih mudah terdeteksi dan jumlah kandungan nutrisinya sudah pasti.


Setelah pemberian ASI selama 6 bulan aku mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sebagai pelengkap nutrisi Sada. Setelah berbincang dengan dr. Aman kemarin, ternyata apa yang aku berikan kepada Sada itu belum tentu cukup. Sebab, memang benar ternyata ASI tidak terlalu banyak mengandung zat besi. So, kita sebagai ibu perlu untuk mengkonsumsi suplemen tambahan selama menyusui untuk menghindari malnutrisi (kekurangan asupan gizi).

Selama ini aku mengurus Sada sendiri tanpa bantuan baby sitter. Aku selalu membawa Sada ke kantor, biar pun waktu kerjaku yang terkadang suka tidak ada habisnya. Terkadang setelah pulang dari kantor pada malam hari aku tetap mengerjakan pekerjaanku di rumah. Dr. Aman sempat bilang kemarin bahwa waktu tidur bayi itu sangat penting sekali, karena pada saat tidurlah otak bayi berkembang dengan baik.
Berikut aku lampirkan grafik jumlah jam tidur pada anak sesuai dengan umurnya :



Apabila nutrisi sebagai fondasi buah hati terpenuhi dengan baik, seperti cukup tidur, imunisasi yang teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan, stimulasi dan bermain sesuai dengan umur anak, maka anak akan sehat.
Dan tahu ngga, ternyata tinggi anak itu bisa diprediksi lho. Agar tinggi badan anak kita sesuai dengan orangtuanya. Siapa sih yang nggak mau anaknya tinggi? Nah, dr. Aman juga memberikan cara menghitung perkiraan tinggi anak di usia dewasa nanti. Ternyata tinggi anak ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah hormon pertumbuhan (growth hormone). Kita harus aware kalau anak kita sudah mulai memasuki masa pubertas. Karena masa ini juga menentukan tinggi anak kita nantinya. Kemarin itu banyak banget orangtua yang bertanya pada dr. Aman, mengkhawatirkan pertumbuhan (tinggi) anak mereka.

Satu hal yang aku sempat tanyakan lagi ke dr. Aman adalah mengenai tingkat kecerdasan anak di bawah usia 1 tahun, apakah mempunyai tolok ukur? Ternyata tolok ukur memang ada, agar kita dapat mengetahui stimulasi anak. Perkembangan bukan hanya kognitif seperti mengenal huruf dan angka tetapi perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, sosial dan emosi.

Selain itu aku juga bertanya apakah anak hiperaktif atau autism dapat kita kenali ciri-ciri nya pada usia 1 tahun ke bawah? Khususnya anak autism, beliau sempat mengatakan jika pada usia 4 bulan tidak terjadi eye contact dari anak terhadap kita, maka kita harus memeriksa dan menindaklanjuti hal tersebut. Karena anak yang normal, memiliki eye contact jika kita mengajak komunikasi.

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua harus memeriksakan secara rutin dan memantau pertumbuhan anak. Pemantauan tumbuh kembang secara berkala perlu kita lakukan setiap bulan. Penuhi kebutuhan dasar anak, pantau pertumbuhan dan perkembangan mereka. Jika berat badan, lingkar kepala dan tinggi badan terus berkembang, maka anak kita sedang melewati proses tumbuh kembang untuk menjadi anak Sehat, Tinggi dan Cerdas. : )


Apa yang aku ceritakan di sini merupakan pengalaman paling berharga yang aku dapatkan dari acara Bincang Sehat: Anak Sehat, Tinggi, dan Cerdas yang diadakan oleh RS Pondok Indah – Pondok Indah bersama Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp. A (K).
Aku berharap semoga info ini dapat menjadi info yang paling bermanfaat untuk kalian.

Cheers!!


Love,
Tanya & Sadajiwa

4 comments:

  1. Thanks for sharing Anya.. Semoga Sada sehat terus yaa..

    ReplyDelete
  2. haloo mom Anya..makasi y share pengalamannya..aku bacanya serius bgt soalnya ankku cm beda sebulan lbh dr Sada skrg 9bulan jalan 10bulan hehhee.. Puji Tuhan perkembangan anakku normal.. dan setiap anak itu unik dan berbeda perkembangannya ya.. Sehat selalu y Sada..

    ReplyDelete
  3. haloo mom Anya..makasi y share pengalamannya..aku bacanya serius bgt soalnya ankku cm beda sebulan lbh dr Sada skrg 9bulan jalan 10bulan hehhee.. Puji Tuhan perkembangan anakku normal.. dan setiap anak itu unik dan berbeda perkembangannya ya.. Sehat selalu y Sada..

    ReplyDelete
  4. Hai mom Anya... makasih sharenya berguna banget , apalagi ketika sada pake popok pokana anakku sering banget iritasi karena pampers eh setelah liat shareannya mom Anya aku coba dan gak iritasi lagi ... hehehe terima kasih mom ,share terus ya pengalamannya

    ReplyDelete