(TERLAMBAT) TOILET TRAINING ?

Tuesday, September 18, 2018

Jujur aja, Toilet training adalah hal yang selalu tertunda buat aku dan suamiku Pandu. Banyak sejuta alasan dari kami yang membuat Sada selalu gagal kalau diajarkan Toilet training hehehe.. Memang aku dan suamiku masih belum konsisten :D Karna berdasarkan saran dari teman-temanku, banyak yang bilang Toilet training itu lebih efektif diajarkan pada saat di rumah, jadi harus siapkan 2 hari ngga boleh pergi kemana-mana. Karna selalu terperangkap dengan konsep itu, jadilah kami selalu menunda pelajaran Toilet training untuk Sada.

Memang bisa dibilang hampir setiap hari kami selalu memiliki kegiatan diluar rumah dari pagi sampai malam hari, jadi anak-anakpun ikut diboyong pergi bersama kami.
"terussss.. Sada kapan dongggg bisa ngga pakai diapers lagi??" (Sebenarnya dalam hati kecilkupun berkata begitu). Sempat nyaman, dengan diapers yang selalu Sada pakai sampai umur 3 tahun. Teman-teman sebaya Sadapun sudah lebih awal diajarkan Toilet Training. Cuma perkara ngga mau repot bulak balik ke toilet, pikirku saat itu.
Akhirnya sampai dimana waktu itu Sada beberapa kali sempat demam, karna terdapat bakteri di urinenya. Memang karna belum sirkumsisi dan pemakaian diapers juga dapat memicu hal tersebut. Permasalahan anak lelaki itu memang ngga jauh-jauh dari infeksi saluran kencing. Jadi tekad kami semakin bulat, Apalagi Sada sudah mulai masuk sekolah setiap hari.


Pengalaman barupun
DIMULAI..

dari menyiapkan semua peralatan toilet training, sampai bertekad tidak membeli diapers lagi buat Sada. Ngga cukup sampai disitu aja, aku juga menyiapkan berbagai macam toilet training pants dan juga underwear yang khusus Sada pilih sendiri. Oh ya, beli buku atau pasang video yang mengajarkan Toilet training, itu juga berpengaruh! Karna waktu itu Sada sempat aku pasangkan video Elmo "Potty train", Sejak saat itu dia mau duduk di toilet mininya. Sebelumnya boro-boro disentuh.. Toilet Mini nya nganggur selama 5 bulan hehehe



Sempat maunya pipis duduk, karena Sada pertama kali aku belikan toilet mini ini. Ternyata Trick ku salah! Toilet mini ini ngga bermanfaat buat anak cowo, lebih baik dibeli buat anak cewe. #lessonlearned
Tapi gara-gara Toilet mini ini, Sada jadi mau mulai pipis di toilet.


Setiap 1 jam sekali aku selalu bertanya ke Sada, "Sada do you want to Pee?" kalau Sada bilang ngga, biasanya aku selalu komunikasikan lagi dengan dia untuk bilang ke Mama dan Papa kalau mau pipis. 30 menit kemudian, aku ajak Sada ke toilet. Pipis atau ngga pipis aku tetap ajak ke toilet supaya dia tau kalau pipis itu di toilet bukan di diapers lagi. Sampaiii mulut berbusa, pokonya harus rajin-rajin tanya mau pipis atau ngga. Jangan bosen :D
Akhirnya aku mencoba untuk membeli lagi Toilet khusus untuk anak cowo, berharap Sada mengerti perbedaan lelaki dan perempuan pada saat pipis. Awalnya browsing dan memberi tahu Sada, "Kalau Sada pipis nanti sama frog ya.." Gara-gara lagi suka frog Sada happy banget bulak balik ke toilet buat pipis sama Frog. Dan dengan mudahnya Sada menyesuaikan sendiri untuk pipis dalam keadaan berdiri. Oh ya! Edukasi dari Papa juga penting ya :) Biasanya suamiku selalu nemenin Sada dan ngajarin bagaimana caranya untuk pipis.




Sama seperti "Menyapih Sada" waktu itu. Perasaan menyerah ditengah perjalanan lebih "terasa" pada saat toilet trainingnya Sada. Sangking gregetannya selalu ngompol atau Poop selalu kelewatan momentnya, rasanya pingin dipakein diapers lagi! :D Yang paling tricky adalah waktu ngajarin dia Poop di toilet. Apalagi Sada kalau Poop selalu ngumpet, ngga mau diganggu dan setiap dibawa ke toilet dia malah marah-marah dan alhasil ujung-ujungnya ngga jadi poopppp... hahahahaha pusing deh!
Poop di celana , Sampai Poop berantakan ke lantai (upsss sorry hehe) Jujur-jujuran aja.. itu sudah terjadi berulang kali hahahhaa.. Yang penting komunikasi ngga boleh lepas dengan Sada dan juga suami juga tetap konsisten ngga menyerah! hehehe

Sampai akhirnya trial dan error yang masih belum berhasil. Aku berniat membeli toilet ladder untuk Sada supaya dia merasa tidak ada perbedaaan toilet antara dia dan juga Mama Papanya.
Tertarik dengan warnanya, juga tangga yang membuat dia mudah untuk naik ke toilet. Akhirnya Sada mau duduk di toilet untuk Poop. Walaupun, beberapa kali dia hanya "berpura-pura" mau Poop demi mau menaiki tangga barunya hahhahaa! Akhirnya sampai dimana hari yang kami tunggu - tunggu, ketika Sada bilang "Mamaaaaa i want to Poooooppp"..
Langsung aku bergegas gendong Sada ke toilet dan meminta dia untuk naik ke toilet. Dannnnn... Fyuhhh.. Akhirnya BERHASIL!!!! Rasanya kaya habis dapet Door Prizes hahahhaha


Toilet training Sada berlangsung hanya sekitar 3 hari.. Dan alhamdulillah Sada sudang langsung ngerti dan sekarang sudah bulak balik toilet sendiri di rumah ngga perlu di temenin lagi begitu juga Poop. Happy!! :)

Tips & Trick dari aku :
1. Ajak anak untuk ikut serta membeli peralatan Potty training. Underwear, Ladder, dsb
2. Komunikasi, Kominikasi, Komunikasi, jangan pernah capek buat selalu berkominikasi tentang Toilet training, karna... "mereka belum bisa karna belum terbiasa"
3. konsisten, jangan merubah rencana ditengah jalan. Bagiku malah merusak pelajaran buat anak :) Karna anak akan lebih mudah belajar jika orangtuanya bersikap konsisten



Love,
#CeritaPandawa

1 comment:

  1. Mba, ada ide ga untuk orang tua yg bekerja..sehari2 anak dengan ART..waktu itu pernah nyoba di siang hari ga pake pmpers tp ya kurang efektif krn ART juga kurang komunikasi..apa di coba waktu weekend? Trus solusi saat malam hari bagaimana mba? Thanks before

    ReplyDelete