SUSTAINABLE FASHION | TERNYATA MEMPERHATIKAN LABEL PAKAIAN ITU PENTING SEKALI

Tuesday, March 3, 2020


5 tahun ternyata menjadi waktu yang singkat, tetapi sudah beratus-ratus pelajaran yang aku terapkan dikehidupanku sehari-hari ketika aku mempunyai predikat seorang Ibu. Rasanya mustahil ya kalau dipikir-pikir, anak yang masih berusia 5 dan 2 tahun ko bisa ya membuka pikiran kami sebagai orangtua, menjadikan kami pribadi yang lebik baik lagi dari sebelumnya.
 Tapi ya begitu lah kenyataan yang aku alami sekarang ketika menjadi ibu.
 Rasanya pendewasaan pada diri ini baru terjadi beberapa tahun terakhir.

Dulu engga pernah aware dengan nutrisi disetiap makanan. Tapi semenjak hamil, selalu berupaya sekali untuk mikirin nutrisi makanan yang aku konsumsi setiap hari, karena akan berdampak baik untuk tumbuh kembang calon anakku nanti. Pokonya dulu yang aku tau hanyalah, sayur dan buah bagus buat kesehatan. Tapi selanjutnya, belum tentu hal tersebut dilakukan setiap hari hehehe Kayanya bener ya, harus sampai hamil dulu deh baru mau nih rutin konsumsi buah
 dan sayur setiap hari.

Dulu rasanya engga pernah kepikiran buat membaca tabel disetiap makanan dan minuman kemasan. Kalau sekarang hal pertama yang dilihat sebelum membeli makanan dan minuman kemasan adalah tabelnya dulu. Ternyata penting ya! Setidaknya untuk tau dulu, apa saja sih ingredients dan kandungan dari makanan juga minuman tersebut.



Hidup di era modern seperti sekarang, tidak hanya berita saja yang cepat sampai karena teknologi yang semakin berkembang pesat! Begitu juga dari berbagai macam industri yang terus berkembang. Semakin banyak produk-produk baru diberbagi industri, semakin meningkat juga konsumen yang sangat konsumtif. Inget banget rasa bahagia ketika menjadi ibu baru. Semua barang rasanya ingin dipersiapkan sedini mungkin! Apalagi untuk pakaian, rasanya 2-3pcs saja tidak cukup. biasanya untuk ibu baru setidaknya punya minimal 12pcs pakaian dengan berbagai macam fungsi hehehe
 ayo siapa yang kaya gini juga?


Akupun begitu waktu dulu…


Hingga akhirnya aku sadar 1 tahun terakhir, ketika keadaan dunia sudah semakin serius.
 Global warming yang juga mengakibatkan pergeseran iklim. Go green bukan (hanya) sekedar istilah, upaya go Green adalah tanggung jawab kita juga sebagai penghuni bumi. Dan ternyata,
 upaya Go green bukan hanya membuang sampah pada tempatnya, atau memimilah-milah sampah. Karena ternyata pakaian yang kita kenakan setiap harinya termasuk limbah. Yes.. dunia fashion ternyata salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. WOW! Karena hampir semua orang tidak aware akan material pakaian yang mereka kenakan setiap hari. Dan melihat label disetiap pakaian menjadi hal yang jarang dilakukan. Tidak sedikit ibu-ibu yang lebih peduli dengan model pakaian daripada material untuk pakaian tersebut. Dan akupun menjadi salah satu ibu-ibu diluar sana yang kurang mempedulikan tentang material baju yang aku beli untuk anak -anak
 ataupun untuk diriku sendiri.




Beberapa bulan lalu, aku pun pelan-pelan ikut belajar. Iya, baru beberapa bulan dan buatku tidak ada kata terlambat untuk hal ini. Aku berusaha untuk lebih aware dan lebih bijak untuk memilih pakaian bukan sekedar modelnya saja, tapi mulai pelan-pelan membaca label pada setiap pakaian.

Baru tau..

 kalau Viscose atau yang biasa kita sebut Rayon merupakan salah satu material yang sering kita temukan disalah satu brand terkenal di Jepang. Material tersebut berasal dari kayu pohon Eucalyptus dan Akasia yang kemudian di proses menjadi kain. Dan hal tersebut menjadi point utama,
salah satu upaya agar dunia fashion lebih ramah dengan lingkungan.



Ternyata di Indonesia terdapat 1 perusahaan besar sebagai produsen serat Rayon terbesar, yaitu PT.Asia Pacific Rayon yang memiliki komitmen dalam pengembangan sustainable fashion.
APR sendiri merupakan anak perusahaan dari Royal Golden Eagle (RGE) yang sudah beroperasi
 di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau sejak tahun 1994. Mereka memiliki Tanaman Industri sendiri yang dikelola untuk memproduksi kertas. lalu kini di tahun 2018 mulai melebarkan sayapnya dibidang fashion. Kayu eucalyptus dan akasya tersebut melewati beberapa proses, yaitu :
Pakaian yang menggunakan material dari Rayon atau Viscoce ini lebih ramah lingkungan,
mudah terurai, karena dapat melebur dengan tanah menjadi kompos selama 6 bulan jika dikubur didalam tanah. Rayon atau Viscose ini juga sangat ringan, breathable , dengan bahan natural, biodegradable dan pastinya nyaman jika bersentuhan dengan kulit.
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendukung bumi kita agar lebih baik dan memiliki sustainable lifestyle. Yaitu dengan menjadikan baju lama menjadi baju baru, membeli baju second dan juga aware dengan material baju yang kita akan pakai.




Kayu – Pulp – Rayon – Benang – Kain





“Take a small steps every day and one day you will get there.”
Dengan memperhatikan tidak hanya nutrisi untuk tubuh kita dan keluarga, t
etapi juga memperhatikan material pakaian yang kita gunakan setiap hari nya. 
Tidak masalah jika prosesnya begitu Panjang , selama kamu tidak berhenti berusaha.


“Because, the best time to start everything is Now.”






love & kisses, #ceritapandawa

No comments:

Post a Comment